Create a site without programming
AWAS AJARAN SESAT
a. Latar belakang
Di dunia ini banyak ajaran yang tersebar dan berkembang ditengah-tengah masyarakat. Ajaran itu bahkan telah berakar dan diwarisi dari generasi ke generasi. Ajaran-ajaran tersebut dibuat oleh hasil pemikiran manusia semata-mata dan itu mempengaruhi kehidupan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu ajaran yang ada dalam bidang keagamaaan yang dicetuskan oleh tokoh-tokoh yang dinamakan ajaran gnostik. Ajaran ini mengajarakan bahwa manusia darah daging itu semata-mata berdosa atau tempat dosa berkembang. Sedangkan Allah itu suci dan tak bercacat. Kekontrasan inilah yang tidak memungkinkan Allah itu menjelma menjadi manusia.
Dalam Alkitabpun mencatat bahwa ada ajaran sesat yang berkembang ditengah-tengah umat pada saat itu. Di dalam Wahyu 2 : 14 disebutkan bahwa ada ajaran Bileam yang menyesatkan umat Tuhan untuk berbuat zinah di tengah-tengah umat . Dan ajaran seperti itu juga ada dan berkembang pada akhir jaman ini. Suatu kelompok ajaran sesat itu biasanya menganjurkan hidup menuruti keinginan daging atau nafsu seks di antara anggotanya. Mereka mengumbar hawa nafsunya tanpa batas. Sebab memang kecendrungan manusia itu senang kalau nafsunya terpenuhi.
Di Indonesia sekarang inipun tidak terlepas dari serangan ajaran penyesat . Di televisi kita sering mendengar berita ajaran sesat yang sempat mempengaruhi orang-orang yang ada di daerah maupun di perkotaan. Dan itu memang harus terjadi seperti yang dinubuatkan Alkitab yang mengatakan bahwa pada akhir jaman akan banyak terjadi penyesatan-penyesatan oleh nabi-nabi palsu yang menyatakan dirinya adalah utusan Allah dan bisa bertemu dengan Allah atau mengalami perjalanan rohani yang hanya bias dialami oleh orang-orang yang dikasihi oleh Allah. Bahkan dalam prakteknya mereka dapat menyatakan atau membuat mujizat palsu sehingga ajaran mereka dipercayai oleh pengikutnya. Baik dikalangan sendiri maupun diluar. Akibatnya ada beberapa orang yang terpengaruh dan mengikuti ajaran mereka yang sesat tesebut.Mereka akan membentuk kelompok yang cendrung terlihat eksklusif karena mereka merasakan ajarannya yang paling benar.
Ajaran ini sangat bertentangan dengan ajaran kristen yang mengajarkan bahwa Allah menjadi manusia di dalam diri Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa manusia yang percaya kepadaNya. Bagaimana dengan kita yang sudah percaya pada Yesus apakah kita terpengaruh dan goyah akan ajaran yang disebarkan yang bertentangan dengan ajaran kebenaran yang telah kita terima, terutama pada jaman ini ada banyak penyesat-penyesat yang sengaja ingin membelokkan keyakinan kita yang benar. Inilah yang harus kita renungkan dan fahami dengan baik.
b. Pengertian ajaran sesat, ciri ajarannya,metode penyesatan dan sikaf
1. Pengertian ajaran sesat
Dalam kamus bahasa Indonesia dijelaskan bahwa ajaran ialah segala sesuatu yang diajukan, nasehat, petuah, petunjuk,ia senantiasa memegang teguh (Balai Pustaka,2003:17 ).
Agar kita mempunyai pandangan yang sama tentang ajaran sesat maka inilah pengertian yang diajukan. Ajaran sesat ialah suatu ajaran atau dogma yang diyakini benar oleh tokoh yang menganggap dirinya utusan dari Allah untuk menyampaikan, mengajarkan dan menyebarkan ajaran ke semua umat manusia agar menerima ajaran yang diberikan dan melakukannya dalam kehidupan sehari-hari dan sebenarnay ajaran yang mereka miliki itu tidak sesuai dengan kebenaran firman Allah dan bahkan menyimpang jauh dari firman atau pada praktetknya ajaran mereka itu akibat dari penafsisan yang salah dari firman.
2. Ciri-ciri Ajaran sesat
Untuk kita bisa mengatakan bahwa ajaran yang kita dengar itu sesat maka kita harus tahu apa kiriteria ajaran itu sesat. Diantarnya :
Ajarannya bertentangan dengan firman Allah
Firman Allah diambil sebagai sumber ajaran tetapi dalam menafsirkannya sesuai dengan keinginan hatinya dan pada akhirnya sangat menimpang jauh dengan kebenaran.
Ajarannya biasanya ditujukan hanya untuk memenuhi hawa nafsu manusia sehingga manusia tertarik mengikutinya karena manusia akan senang apabila mereka dapat menuruti hawa nafsunya
Mengiming-imingkan hal-hal yang bersifat duniawi semata-mata, ini dilakukan karena manusia tidak dapat hidup tanpa barang duniawi dan didapat dengan cara yang mudah tanpa usaha yang keras.
Mengajarkan pada pengikutnya untuk megkultuskan salah satu tokoh,
3. metode penyebarannya
Dalam menyebarkan ajaran-ajaran oleh para penyesat itu di tengah-tengah masyarakat dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu secara frontal dan secara halus.
3.1 Secara frontal
Secara frontal maksudnya bahwa dalam penyebaran ajarannya dilakukan secara terang-terangan kepada sasaran yang menjadi obyek yang mungkin bisa dipengaruhi karena kondisi dan latar belakangnya baik itu melalui pengajarannya, tingkah laku dan perbuatan secara langsung. Itu semua dipakai untuk mempengaruhi kehidupan dan pemikiran orang-orang di sekitar mereka dengan sengaja sehingga mereka menerima ajaran yang mereka sebarkan. Upaya atau kegiatan yang dilakukan itu dapat terdeteksi dengan mudah, tetapi hanya orang-orang yang rentan atau orang yang bermasalah saja yang dapat dipengaruhi misalnya karena ada kekecewaan atau masalah lain. Orang seperti inilah yang mudah dikendalikan dan diarahkan untuk dapat menerima ajaran atau faham yang mereka miliki.
Dalam melakukan penyebarannya tidak dengan sembarangan tetapi penuh dengan ketelitian dan kecermatan sehingga obyek sasarannya itu tidak curiga bahwa mereka akan digiring ke pengajaran yang sesat. Dan juga dilakukan dengan mengiming-imingi sesuatu yang menjanjikan misalnya bahwa dengan mengikuti ajarannya mereka dapat mencapai surga dengan cara mereka. Mereka yang terpengaruh itu biasanya merasakan bahwa kebutuhan mereka baik jasmasni maupun rohani terpenuhi.
3.2. Secara halus
Penyebaran secara halus yaitu penyebaran dilakukan dengan halus di komunitas tertentu dengan tanpa diketahui oleh masyarakat bahwa mereka menyebarkan ajaran sesat, hal ini dilakukan dengan menyamar sebagai rohaniawan yang taat dan taqwa yang kehidupan sehari-hari sangat baik bahkan biasanya kehidupan kerohanian orang-orang itu melebihi orang-orang yang beriman kebanyakan.sehingga mereka menjadikan contoh dan panutan. Setelah mereka bisa diterima ditengah komunitas dengan tanpa rasa curiga maka mereka mulai sedikit demi sedikit menyerongkan ajaran yang telah ada sehingga lama kelamaan mereka dapat mengubah ajaran yang ada dan mulai menerima ajaran yang baru yang menyesatkan.
Misalnya mengajarkan kepada umat bahwa kalau mengikut Yesus itu pasti akan kaya ataupun makmur secara jasmaniah. Padahal Yesus ketika ada orang yang bertanya padaNya “ Apa yang harus dilakukan agar masuk surga?”. Yesus menjawab: juallah hartamu ,berikanlah pada saudaramu dan ikutlah Aku. Bukan berarti Yesus ingin kita miskin tetapi apa yang menjadi motivasi menguikut Yesus yaitu untuk memperolah keselamatan. Karena apa yang diperlukan kita itu akan dipenuhi apabila kita mengutakmakan kerajaan Allah.Artinya agar jangan harta itu menjadi penghalang kita memperoleh keselamatan. Dalam mencapai tujuannya para tokoh akan dengan mudah memasukkan filsafat-filsafat yang kosong hasil kreatifitas otak mereka. Dengan filsafatnya orang-orang akan terbius dan terfana akan ajarannya bahkan bias mengkultuskan tokoh yang dianggap rohani. Orang-orang tidak sadar bahwa mereka telah dibelokkan ke ajaran yang sesat. Penyebaran ini perlu diketahui oleh umat Tuhan agar jangan sampai mereka menjadi sasaran ajaran sesat.
4. Sikaf yang kita ambil
Penyesatan yang terjadi itu hendaknya jangan dibiarkan begitu saja tetapi haruslah disikapi dengan bijaksana. Sebagai umat Tuhan di lingkungan atau komunitas masing-masing sebaiknya ada upaya untuk meningkatkan iman masing-masing. Tidak sekedar yakin saja akan apa yang menjadi kepercayaannya tetapi harus benar-benar mengetahui ajaran yang benar dengan baik, mengerti dan melakukannya sehingga menjadi satu kesatuan di dalam diri. Hal itu dilakukan dengan membaca dan merenungkan firman Allah. Beribadah baik ibadah pribadi maupun ibadah raya . karena melalui inilah iman dan rohani lita di isi dengan firman Alah yang hidup yang dapat membangun dan menguatkan iman kita. Salah satu ayat Ibrani 10 ayat 25 mengatakaan " Janganlah kita menjauhikan diri dari ibadah kita seperti dibiasakan .......Dan II Timotius 3 ayat 16 mengatakan firman Allah untuk mengajar.
Para tokoh gerajapun tidak tinggal diam tetapi haruslah berusaha lebih giat lagi dalam mengajarkan doktrin yang benar sesuai Alkitab kepada umat dalam setiap kesempatan baik dalam ibadah raya, ibadah kelompok dan lai-lain. Karena dalam kesempatan inilah kita bias belajar lebih baik lagi. Mengantisipasi apabila ada indikasi bahwa ada pengajar-pengajar palsu yang mengajar di pertemuan-pertemuan penting.
c. Kesimpulan
Melihat kenyataan bahwa ajaran sesat terus berkembang dengan menggunakan metode penyebaran baik secara frontal maupun halus yang agar sulit untuk diketahui hendaknya kita sebagai umat Tuhan untuk waspada terhadap ajaran yang diberikan oleh tokohnya dan meningkatkan iman melalui peningkatan pengetahuan akan firman Allah baik melalui membaca, mendengar dan mengamalkan firman Allah dalam hidup sehari-hari. Dan bagi para tokoh gereja agar lebih giat dalam mengajarkan dogma yang benar dan mengantisipasi masukknya tokoh baru ke dalam organisasi gereja yang motivasinya untuk menyebarkan ajaran sesat.
Home
l
Back
l
Tamu ke:
2097