Landing page builder
BERFIKIR YANG BAIK
Dalam hidup ini sudah pasti pernah mengalami hal-hal yang baik dan juga hal yang jelek, entah itu datangnya dari dalam diri kita maupun dari orang lain. Kalau hal yang baik maka dengan mudah kita bisa bersyukur dan bagaimana kalau itu hal yang tidak baik apakah kita masih bisa bersyukur. Mungkin tidak banyak yang bisa bersukur, yang berpikir positip dan mencari hikmah dari kejadian yang dialaminya.
Suatu contoh ketika seseorang mengalami kecelakaan maka akan ada respon bahwa "Pantas dia begitu dia begitu sih". Yang lain merespon "Masih untung cuma mengalami seperti itu". Contoh lain seseorang terlambat datang ke kantor. Maka akan ada pendapat "Dasar orangnya malas". Yang lain berpendapat "Mungkin di jalan lagi kena macet. Sebagai orang beriman bagaimana sebaiknya kita menghadapi hal tersebut.
Dalam menghadapi situasi seperti itu kita sebaiknya berpikir positip. Dalam Filipi 4:8 Disebutkan "Jadi akhirnya saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, seumua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah itu. Jadi kita diajar untuk berpikir yang baik. Mengapa ?
Dalam menghadapi masalah kalau kita berpikir yang negatif itu bukan menyelesaikan masalah tetapi justru akan menambah buruk keadaan. Maka hati dan pikiran kita teracuni dan bisa menjadi tertekan. Yang satu belum selesai yang lain muncul. Sebaliknya kalau berpikir yang positip maka hati kita akan tenang walaupun masalahnya sebenarnya belum selesai . Dengan keadaan tenang maka kita dapat berdoa untuk memohon pertolongan Tuhan. Sebab apa yang kita takutkan dan pikirkan maka itu yang akan terjadi dan menimpa kita.
Maka bila menghadapi suatu masalah marilah berfikir yang positip yang baik dan mohonlah padaNya agar dimampukan untuk melakukannya sehingga dengan berfikir yang baik akan mengalami hal yang baik pula.