Duck hunt

HOME BACK

Easy mobile site building
TEGAR TENGKUK
Pernikahan merupakan peristiwa sekali dalam hidup yang akan dilalui oleh sepasang insan di dunia ini yang mengambil keputusan untuk bersatu dalam biduk rumah tangga. Hal diperkenan oleh dan Allah dan itu terlihat ketika ada perjamuan kawin di kana. Yesus datang dan berkenan menolong pada saat penyelenggara pesta kehabisan anggur. Yesus mengadakan mujizat yaitu mengubah air menjadi anggur.
Kalau kita melihat di sekeliling kita sering terjadi perceraian keluarga baik yg berkeluarga yang sudah lama maupun yang baru menikah. Apalagi itu di kalangan para artis rasanya dengan mudah sekali terjadi perceraian. Baru saja nikah kemudian cerai lagi dan dalam waktu yang dekat sudah dapat pasangan lagi. Bagaimana dengan sebagai orang beriman,dan apa kata Alkitab tentang peristiwa itu.
Kalau kita perhatikan dalam Alkitab maka kita akan melihat hal yang hampir sama terjadi seperti itu. Dalam Markus 10:1-12 dijelaskan bahwa terjadinya perceraian disitu itu bukan dikehendaki oleh Tuhan tetapi karena ketegartengkukan hati manusia. Sebab apa yang dipersatukan oleh Tuhan itu tidak boleh diceraikan manusia. Sebab menjadi satu daging dan satu tubuh. Berarti tidak boleh dipisahkan oleh siapapun juga. Ini yang patut difahami.
Mengapa sampai manusia itu tegar tengkuk ? Itu disebabkan oleh hawa nafsu atau keinginan daging yang membara yang ingin dipuaskan. Ini tidak akan pernah puas-puasnya. Hal inilah yang menguasai hati manusia sehingga hati nuraninya tidak lagi peka dan menjadi tumpul sehingga tidak bisa menuruti tuntunan Roh Kudus. Bila ini trus terjadi maka manusia akan binasa bersama keinginannya.
Mengapa sampai manusia itu tegar tengkuk ? Itu disebabkan oleh hawa nafsu atau keinginan daging yang membara yang ingin dipuaskan. Ini tidak akan pernah puas-puasnya. Hal inilah yang menguasai hati manusia sehingga hati nuraninya tidak lagi peka dan menjadi tumpul sehingga tidak bisa menuruti tuntunan Roh Kudus. Bila ini trus terjadi maka manusia akan binasa bersama keinginannya.
Untuk itulah mari kita dengar-dengaran akan suara Tuhan sehingga kita tidak menjadi tegar hati tetapi menjadi manusia yang yang taat akan perintah Allah.